Mengayun bayi sudah menjadi semacam kegiatan yang biasa dilakukan para orang tua yang memilik bayi. Apalagi jika bayi mengalami sulit tidur atau sedang rewel. Atau jika bayi kita menangis kita sering kali menggendong bayi dengan sambil digoyang-goyangkan (seperti mengayun) dengan tujuan bayi akan diam dan segera tidur, atau jika bayi sudah tidur supaya lebih nyenyak lagi..
Ternyata kebiasaan kita tersebut dapat mengakibatkan dampak buruk bagi bayi kita, apalagi jika kita mengayunnya dengan cukup keras.. Ada suatu syndrome yang disebut dengan shaken baby syndrome (SBS) yang rawan menyerang anak kita...
apa itu shaken baby syndrome??
berikut informasi mengenai shaken baby syndrome yang saya dapat dari internet..
Shaken Baby Syndrome (SBS), yang dapat di-Indonesiakan sebagai Sindrom Bayi Yang Digoncang adalah sebuah istilah yang digunakan untuk kasus penyiksaan terhadap bayi.
Pada kasus SBS, biasanya si bayi digoncang-goncangkan dengan kuat oleh orang dewasa yang sedang marah dan biasanya dimaksudkan untuk menghentikan tangisan atau rengekan bayi.
Shaken Baby Syndrome biasa menimpa anak berusia di bawah 1 tahun dan dapat mengakibatkan cedera otak parah yang permanen, cedera urat saraf tulang belakang, pendarahan pada mata, bahkan kematian.
Seberapa Umumkah Shaken Baby Syndrome?
Untuk Indonesia, kami tidak memiliki data yang ajurat. Namun sebagai gambaran, di Amerika terdapat sekitar 1000 hingga 1500 kasus setiap tahunnya. Sebagian besar korban SBS adalah bayi berusia 3 – 8 bulan. Ada juga kasus yang lebih sedikit ditemukan pada balita hingga yang nerusia 4 tahun.
Dan… 25% anak yang mengalami Shaken Baby Syndrome di Amerika mengalami kematian.
Apa yang Menyebabkan Shaken Baby Syndrome?
Bayi memiliki otot leher yang sangat lemah. Namun ia memiliki kepala yang berat dan besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka. Otak bayi sangatlah rentan dan memerlukan ruang untuk tumbuh. Karena itulah terdapat rongga atau celah antara tengkorak kepala dan otaknya yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut.
Jika Anda mengoncangkan bayi Anda dengan kuat, ini dapat menyebabkan otak si kecil berpindah tempat dalam rongganya. Selanjutnya jaringan otak si bayi akan membengkak dan pembuluh darahnya bisa robek.
Biasanya, bayi yang mengalami Shaken Baby Syndrome akan mengalami pendarahan otak, pendarahan pada mata serta cedera pada urat saraf tulang belakang atau leher. Sebagian bayi juga memperlihatkan memar dan tulang rusuk yang retak...
Pada kasus SBS, biasanya si bayi digoncang-goncangkan dengan kuat oleh orang dewasa yang sedang marah dan biasanya dimaksudkan untuk menghentikan tangisan atau rengekan bayi.
Shaken Baby Syndrome biasa menimpa anak berusia di bawah 1 tahun dan dapat mengakibatkan cedera otak parah yang permanen, cedera urat saraf tulang belakang, pendarahan pada mata, bahkan kematian.
Seberapa Umumkah Shaken Baby Syndrome?
Untuk Indonesia, kami tidak memiliki data yang ajurat. Namun sebagai gambaran, di Amerika terdapat sekitar 1000 hingga 1500 kasus setiap tahunnya. Sebagian besar korban SBS adalah bayi berusia 3 – 8 bulan. Ada juga kasus yang lebih sedikit ditemukan pada balita hingga yang nerusia 4 tahun.
Dan… 25% anak yang mengalami Shaken Baby Syndrome di Amerika mengalami kematian.
Apa yang Menyebabkan Shaken Baby Syndrome?
Bayi memiliki otot leher yang sangat lemah. Namun ia memiliki kepala yang berat dan besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka. Otak bayi sangatlah rentan dan memerlukan ruang untuk tumbuh. Karena itulah terdapat rongga atau celah antara tengkorak kepala dan otaknya yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut.
Jika Anda mengoncangkan bayi Anda dengan kuat, ini dapat menyebabkan otak si kecil berpindah tempat dalam rongganya. Selanjutnya jaringan otak si bayi akan membengkak dan pembuluh darahnya bisa robek.
Biasanya, bayi yang mengalami Shaken Baby Syndrome akan mengalami pendarahan otak, pendarahan pada mata serta cedera pada urat saraf tulang belakang atau leher. Sebagian bayi juga memperlihatkan memar dan tulang rusuk yang retak...
Nah bunda... hati hati dalam merawat si buah hatinya ya..
Bayi tetap akan dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus diayun dengan kuat. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Bila bayi telah kenyang dan tubuhnya sehat, ia pasti akan mudah untuk tidur. Jadi selalu pastikan bahwa kita memberi asupan ASI yang cukup kepada buah hati kita....







0 komentar:
Posting Komentar